oleh

Dokter Cantik Gadungan Bone Sulsel, dilakukan Penangguhan Penahanan

BONE – Serrejang News  Kasus dokter kecantikan gadungan di Bone, Sulawesi Selatan yang sempat viral kini memasuki babak baru. Dokter Amyza Tomme (36) dan asistennya Rini Hadriyani (32) kini penahanannya di kepolisian ditangguhkan.Dikonfirmasi wartawan, Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam membenarkan adanya penangguhan penahanan tersebut. 2 tersangka itu ditangguhkan sejak 13 Maret 2019.

“Betul, keduanya dalam status penangguhan penahanan, tiap 2 hari sekali wajib lapor. Salah satu tersangkanya sempat dirawat di Rumah sakit,” terang Kadarislam saat dikonfirmasi wartawan Kamis (21/3/2019).

Senada dengan pernyataan tersebut, Kasat Reskrim, Iptu Fahrun yang kemudian ditemui di ruang kerjanya menyebut tiga alasan hingga permohonan dari penjamin untuk penangguhan penahanan ke 2 tersangka tersebut dikabulkan.

“Kami sudah sesuai SOP, alasan hingga yang bersangkutan ditangguhkan diantaranya dijamin tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatannya dan tidak menghilangkan barang bukti,” ungkap Iptu Fahrun.

Diketahui kemudian, penangguhan penahanan kedua tersangka berdasarkan permohonan oleh kerabat bernama Syahrul dan kuasa hukum yakni, Aminuddin dan Guntur.

Sementara itu, sejumlah korban yang sebelumnya berbondong-bondong datang melapor dan meminta keadilan ke Kepolisian kini diketahui satu-persatu telah resmi mencabut laporannya hingga tak lagi tersisa adanya laporan dalam kasus ini. Para korban pun kini enggan memberikan komentar terkait alasan pencabutan laporan saat di konfirmasi. Meski demikian, Kepolisian pun kembali menegaskan jika proses hukum akan tetap berlanjut.

“Betul, para korban telah mencabut laporannya, namun dalam hal ini kasus penyidikan tetap berlanjut, karena kasus ini bukan delik aduan. Dalam waktu seminggu ini kami akan melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan,” terang Fahrun kemudian.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus Penipuan ini terbongkar saat sejumlah korban komplain namun tak direspon tersangka hingga berbuntut pada pelaporan.

Amyza bersama rekannya Rini, mengaku sebagai dokter Kecantikan asal Singapura, menipu para korbannya dengan menjanjikan perawatan agar tampil cantik dan awet muda hingga suntik perubahan bentuk wajah. Walhasil, bukan cantik yang didapat, malah wajah sejumlah korban justru rusak dan bengkak.

Dalam kesepakatan dengan para korbannya, tarif hingga belasan juta telah dibayarkan para korban. Namun, saat hendak komplain terhadap hasil praktik, dokter bersama rekannya malah tak merespon.

Kekesalan para korban berujung pada pelaporan di Kepolisian. Keduanya langsung ditangkap saat berada disalah satu hotel di Bone, Sulsel, Selasa (19/2/19) dan langsung ditahan di Mapolres Bone dan disangkakan melanggar pasal 77 dan 78 undang-undang No 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.(rvk/asp-red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed