oleh

2 Kelompok Warga di Tidore Saling Serang, Gara-Gara Pernyataan Caleg

Serrejang News – MALUKU UTARA,- Tawuran antarkelompok warga pecah di Kota Tidore, Provinsi Maluku Utara, Jumat (20/4/2019). Massa yang berasal dari Kelurahan Tomolou dan Gurabati terlibat saling serang dengan lemparan batu batu dan kayu.

kejadian ini berawal dari pernyataan kekecewaan calon anggota legislatif (caleg) asal Kelurahan Gurabati, Achmad Hatari. Saat berbicara di mimbar usai Salat Jumat di Masjid Nurul Bahar, Kelurahan Tomolou, dia mengungkapkan ketidakpuasannya atas perolehan suara miliknya yang tidak signifikan di daerah tersebut.

Dia juga mengungkit soal bantuan yang diberikan kepada warga Kelurahan Tomolou. Seperti karpet dan jam dinding duduk untuk masjid. Namun tak mendapat perolehan suara yang diharapkannya.

Mendengar pernyataan caleg petahana tersebut, warga Tomolou merasa tersinggung. Mereka lantas menyuruh caleg Achmad Hatari turun dari mimbar dan mengusirnya keluar dari dalam masjid. Politikus Parta NasDem itu langsung dievakuasi aparat untuk menghindari jadi sasaran amuk warga.

Tak berselang lama, warga Tomolou menggulung karpet bantuan caleg tersebut dan jam duduk yang pernah disumbangkannya. Mereka selanjutnya beramai-ramai membawanya ke rumah Achmad Hatari di Kelurahan Gurabati untuk mengembalikan bantuan tersebut.

Melihat kedatangan massa dari Tomolou, warga Gurabati pun terprovokasi. Ditengarai mereka mengira jika warga Tomolou hendak menyerang desa mereka. Warga setempat langsung melakukan perlawanan hingga aksi saling lempar batu dan kayu pun tak terhindarkan.

Bentrokkan baru berakhir setelah anggota polisi dan TNI tiba di lokasi kejadian. Petugas bergerak sigap melerai kedua kubu yang bertikai.

“Warga Gurabati melakukan pengejaran dan pelemparan batu karena mendapat informasi telah terjadi pengerusakan rumah milik Achmad Hatary. Mereka berupaya melakukan tindakan balasan,” ujar Kapolres Tidore AKBP Doly Heriyadi, Jumat (19/4/2019).

Dia mengungkapkan sejauh ini masih menginventarisi dampak akibat pertikaian dua kelompok warga. Kejadian ini masih diselidiki dan dipastikan tidak ada korban dalam peristiwa tersebut.

“Kami dan TNI sudah bersiaga dan berpatroli di dua keluarahan untuk meredam pertikaian dan mencegah konfik ini berlanjut,” katanya.( Agus Suprianto,IN-red) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed