oleh

Ajudan Bupati di lapor ke polisi Karena aniaya wartawan

Serrejang News – KAUR -, pada Selasa (14/5/2019) sekira pukul 12.02 WIB di kantor Pemda Kaur lantai 3 ruang tunggu bupati. Aprin Taskan Yanto (36), wartawan dari media beritahukum.com dianiaya oleh oknum ajudan Bupati Kaur.

Kedatangan Aprin ingin  menemui Bupati Kaur Gusril Pausi, mungkin dalam keadaan sibuk dirinya menunggu di ruang tunggu. Tidak berapa lama datanglah ajudan Bupati inisial H, namun aprin sempat mengutarakan ke[pada H bahwa dirinya mau menemui Bupati.

Aprin Taskan Yanto mengatakan kepada wartawan, “waktu itu Saya hendak bertemu bupati, namun kata ajudan, bupati tidak bisa ditemui, lantas saya pamit keluar, tiba-tiba ajudan meninju saya  sebanyak dua kali dibagian pelipis mata kiri hingga bengkak,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, Aprin kemudian melapor ke Polsek Kaur Selatan pada Rabu (15/5/2019). 

Kapolres Kaur AKBP Arif Hidayat melalui Kapolsek Kaur Selatan Iptu Surya Purnama membenarkan ada wartawan yang melaporkan penganiayaan dengan terlapor ajudan bupati inisial H.

“Benar laporan sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti, segera akan kami panggil saksi-saksi,” kata Iptu Surya Purnama, Rabu (15/5/2019).

Ditambahkan Kapolsek, pihaknya masih menunggu hasil visum pelapor dari Puskesmas Bintuhan. 

Terkait ancaman pidana, Surya menjelaskan terlapor terancam pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. 

Sementara Aprin menambahkan, tujuannya untuk menemui bupati terkait dengan pemberitaan beberapa waktu di medianya. “Ada berita tentang bangunan Rumdin Bupati Kaur nilainya Rp 20 miliar, namun sudah mulai rusak, ajudan pernah memanggil saya terkait pemberitaan itu,” ungkapnya.

“Saya meminta Polisi menindaklanjuti laporan saya ini dan diproses seusai hukum yang berlaku,” imbuh Aprin.(BT-brm/hz-red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed