oleh

Kantor PT Sindang Brothers Di Geledah Penyidik Subdit Tipikor Polda Bengkulu

Serrejang News – Bengkulu –,  Preservasi Rehabilitasi jalan batas kota Kepahiang – Simpang Kantor Bupati Kepahiang – Batas Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2017 lalu,  terus digeber Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu.

penyidik kembali melakukan penggeledahan di dua lokasi sekaligus di wilayah Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan yaitu di Kantor PT Sindang Brothers yang beralamatkan di Jalan Depati Said no 250 A Kelurahan Tapak Lebar Kota Lubuk Linggau dan rumah salah satu karyawan PT Sindang Brothers berinisial Wa yang beralamatkan di jalan tapak lebar I, RT 6 no 64 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Lubuk Linggau Barat II Kota Lubuk Linggau, Kamis (16/5).

Setiba dilokasi, petugas langsung melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan untuk
mencari sejumlah dokumen terkait pelaksanaan kegiatan Preservasi Rehabilitasi jalan yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2017 senilai rp 31,9 Miliar tersebut. Namun, setelah hampir 30 menit melakukan penggeledahan, penyidik tidak menemukan dokumen yang dicari.

Selanjutnya, penyidik kembali melakukan penggeledahan di lokasi kedua yaitu di kediaman salah satu karyawan PT Sindang Brothers berinisial WA. Setiba dilokasi, penyidik kembali menemukan kendala lantaran WA sedang tidak berada di rumah.

Penyidik akhirnya mengambil inisitif untuk menjemput WA yang diketahui tengah berada di lokasi salah satu tambang milik PT Sindang Brothers di kawasan Beliti. Penyidik baru bisa melakukan penggeledahan di kediaman Wa setelah hampir satu jam menunggu kedatangan Wa.

Setelah 3 jam melakukan penggeledahan, penyidik akhirnya keluar dari kediaman Wa membawa dua box berisikan sejumlah dokumen dan langsung meninggalkan lokasi kembali ke Mapolda Bengkulu. Sayangnya, tak satupun penyidik mau memberikan keterangan kepada awak media dilokasi terkait aksi penggeledahan tersebut.

Kapolda Bengkulu, Brigjen Pol Supratman membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan penyidik di kantor PT Sindang Brothers di Kota Lubuk Linggau.

“Iya itu kasusnya memang ada, penggeledahan itu untuk melengkapi alat bukti terkait kasusnya” singkat Kapolda.

sebelumnya juga Penyidik Subdit Tipikor Direktorat Reskrimsus Polda Bengkulu telah melakukan penggeledahan serupa di kantor Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, 25 Februari 2019 lalu.

Penggeledahan dilakukan penyidik lantaran ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi yaitu fisik pekerjaan tidak sesuai dengan volume fisik yang tercantum di dalam kontrak kerja antara PT sindang Brothers dan Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Sehingga menimbulkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai Rp 1,9 Miliar. Sementara itu, selama proses pengungkapan, penyidik diketahui telah memeriksa 14 saksi.(di liris dari PB- Is)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed