oleh

Berhentinya Proses Hukum Terjawab” Infonya Proyek Milik Anggota DPRD,

Serrejang News – KEPAHIANG –  Menyimak tentang Penyelidikan yang di lakukan oleh pihak kejaksaan Negeri Kabupaten kepahiang terkesan terhenti pasalnya selain adanya pergantian porsonil Kejaksaan, namun juga salah satu paktor penyebab adalah  proyek tersebut merupakan milik anggota Dewan Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya di ketaghui Pihak penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang telah mengecek fisik bangunan proyek pembangunan jalan Kepahiang -Batas Sumatera Selatan (Sumsel)yang menghabis kan anggaran Hingga Rp 6 Miliar, pada Rabu (5/4/2017) lalu. Cek fisik yang menggandeng tim ahli, dilakukan disekitar lokasi bangunan yang mengalami kerusakan atau di Desa Permu Bawah, Kecamatan Kepahiang. Pengecekan dimulai dari bangunan pelapis tebing yang tak jauh dari titik kerusakan hingga ke dekat Jembatan Konak. Seperti yang di liris Rmol bengkulu pada sabtu, 08 april 2017 .

Sekedar mengulas, sebelumnya perkara ini mencuat setelah kerusakan terjadi pada Drainase dan pelapis tebing. Kejari Kepahiang sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi, yaitu PPTK, pengawas, Pihak III dan konsultan proyek Jalan Kepahiang-Batas Sumsel. Selanjutnya kondisi sekarang belum di ketahui hasil dari penyelidikan yang di lakukan Pihak kejaksaan Negeri kabupaten kepahiang,

LAI BPAN DPC Kabupaten kepahiang  berencana akan membuat surat Resmi yang di tujukan Ke Kejaksaan Negeri kabupaten kepahiang untuk mempertanyakan sebatas mana Pekara dugaan pelanggaran dalam kegiatan proyek pembangunan pelebaran jalan kepahiang – Batas Sumatera Selatan (Sumsel). Terlebih lagi karena kondisi bangunan tersebut sangat miris, atau sudah mengalami kerukasan yang parah sehingga tidak terpenuhi Umur Pembangunan(UP).

“Kita akan segera menyampaikan surat Secara resmi kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten kepahiang Guna Mengetahui hasil penyelidkan yang di lakukan terhadap Proyek tersebut  yang menghabiskan Anggaran Negara Mencapai Rp 6 Miliar Tersebut,” ujar suryadi selaku ketua LAI BPAN DPC Kabupaten kepahiang .

Informasi miring di duga proyek tersebut merupakan milik salah satu anggota Dewan sehingga penyelidikan tidak di teruskan sebagaimana seharusnya, hal ini seperti di ungkapkan salah satu tokoh masyarakat yang enggan di tulis nama aslinya , dia mengatakan kepada wartawan, “ ya wajar aja bila penyelidikan terhadap proyek tersebut tidak di ketahui kelanjutannya karena bukan rahasia umum pemilik Proyek tersebut merupakan salah satu anggota DPRD Provinsi bengkulu, kita lihat saja nanti perkembangannya ketika Pihak Aliansi telah menyampaikan Surat resmi untuk mempertanyakan ke pihak kejaksaan negeri Kabupaten kepahiang, harapan kita pihak Kejaksaan benar – benar bisa menjalankan proses hukum terhadap proyek tersebut dan tidak adanya tebang pilih siapa pun pemilik nya karena di mata hukum setiap orang berlaku hukum yang sama ”. Ujarnya. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed